Berikutkata Mutiara untuk anak tentang kasih sayang orang tua: 7 Potret Salon Pribadi di Rumah Artis, Milik Sisca Kohl Bak Klinik Kecantikan, Mewah Abis! Mereka sepertinya tidak memperhatikan kita, mengalihkan pandangan dan jarang berterima kasih, tapi apa yang kita lakukan untuk mereka tidak pernah sia-sia." Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya." (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). Katamutiara menundukkan pandangan. Kata-kata Bijak dari Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu Oleh Coretanzone Juni 05 2021 Posting Komentar Ali bin Abi Thalib ra merupakan sepupu Rasulullah saw sekaligus sebagai sahabat dan pengikut setianya sejak pertama kali Nabi Muhammad sallahualaihi wasallam diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah yang Darisudut bahasa, غض البصر (gadh-dhul bashar) bererti menahan, mengurangi atau menundukkan pandangan. Berasal dari kata غض, yang bererti كف (menahan) atau نقص (mengurangi) atau خفض (menundukkan). Menahan pandangan bukan bererti menutup atau memejamkan mata hingga tidak dapat melihat sama sekali, atau hanya menundukkan kepala . Memandang aurat orang lain yang tidak ditutup adalah tidak boleh, baik disertai syahwat ataupun tidak. Hanya saja batasan-batasan aurat itu berbeda-beda, tergantung pada jender, usia anak-anak, dewasa, atau orang tua, kondisi saat shalat atau diluar shalat, dan lingkungan sedang bersama siapa. Disamping itu, dalam masalah batasan-batasan aurat juga terdapat perbedaan pendapat para ulama’. Memandang lawan jenis dengan tujuan taladzdzudz memuaskan nafsu adalah tidak boleh. Apabila diyakini akan timbul fitnah godaan, maka memandang lawan jenis adalah tidak boleh. Pandangan seketika yang tidak disengaja terhadap lawan jenis adalah dimaafkan. Tujuan dari perintah menundukkan pandangan adalah untuk menghindari fitnah sehingga hati tetap bersih dan tidak terdorong untuk melakukan perbuatan yang keji. QS Al-Nur 30 Apabila ada hajat syar’iyyah atau bahkan dharurat maka diperbolehkan memandang lawan jenis dalam rangka memenuhi hajat atau dharurat tersebut. Diantara hajat syar’iyyah tersebut adalah melamar, bersaksi, mengobati, dan mengajar. Namun hajat syar’iyyah tidaklah hanya terbatas pada beberapa hal tersebut saja Masalah ini dibahas lebih mendalam dalam kajian ushul fiqh. Persoalan menundukkan pandangan ini bisa dibedakan menjadi dua. Pertama, masalah pria memandang wanita. Kedua, masalah wanita memandang pria. Dalam masalah pria memandang wanita, ada yang berpendapat tidak boleh sama sekali, kecuali pandangan seketika yang tidak sengaja atau karena terpaksa ada hajat syar’iyyah atau dharurat. Golongan ini antara lain berhujjah dengan hadits Nabi yang menerangkan bahwa ketika Fadhl ibn Abbas sedang saling berpandangan dengan seorang wanita Khats’am, Nabi segera memalingkan wajah Fadhl ke arah lain Hadits riwayat Al-Bukhari dan yang lainnya, dari Ibn Abbas. Mereka juga berhujjah dengan hadits yang menerangkan bahwa Nabi berpesan kepada Ali ibn Abu Thalib, “Wahai Ali, janganlah engkau ikuti sebuah pandangan dengan pandangan berikutnya. Yang boleh bagimu hanyalah pandangan pertama, sementara pandangan berikutnya tidak boleh”. Disamping itu ada pula yang berpendapat boleh asalkan tidak untuk taladzdzudz dan tidak ada fitnah. Apabila sebelumnya seseorang sudah yakin bahwa dengan melihat Fulanah dia akan mengalami fitnah, maka sejak awal dia tidak boleh memandangnya, kecuali tidak sengaja atau terpaksa karena hajat syar’iyyah atau dharurat. Argumentasi mereka adalah bahwasanya esensi dari dilarangnya seorang pria memandang wanita adalah menghindari fitnah. Apabila ada keyakinan dan didukung oleh kelaziman bahwa tidak akan ada fitnah, maka dia boleh memandang seorang wanita yang telah menutup auratnya. Namun apabila ternyata terjadi fitnah maka dia harus segera memalingkan pandangannya. Dan sekali lagi, apabila sejak awal sudah yakin akan timbul fitnah maka sejak awal pula dia tidak boleh memandangnya. Sebetulnya diantara kedua pendapat diatas tetap ada titik temunya, yaitu bahwasanya apabila dikhawatirkan dengan dugaan kuat dan menurut kelaziman terjadi fitnah, maka seorang pria tidak boleh memandang wanita tersebut. Berikutnya adalah masalah wanita memandang pria. Dalam perkembangannya, ada dua pendapat utama mengenai perintah menundukkan pandangan bagi wanita terhadap pria. Pendapat pertama mengatakan bahwa wanita tidak boleh memandang pria meskipun ia sudah menutup aurat. Pandangan yang diperbolehkan hanyalah pandangan seketika yang tidak sengaja atau karena terpaksa ada hajat syar’iyyah atau dharurat. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang menerangkan bahwa Nabi melarang kedua istrinya, Umm Salamah dan Maimunah, untuk memandang Ibn Umm Maktum meskipun ia buta Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Turmudziy, dari Umm Salamah, dengan derajat hasan shahih. Mereka berpendapat bahwa khithab terhadap kedua istri Nabi ini juga berlaku bagi seluruh kaum mukminah. Pendapat kedua mengatakan bahwa wanita boleh memandang secara sengaja kepada pria, asalkan pria tersebut telah menutup aurat, hanya saja apabila kemudian timbul fitnah maka saat itu juga pandangan mata harus dipalingkan. Pendapat ini didasarkan pada hadits Nabi yang menerangkan bahwa Aisyah telah melihat orang-orang Habasyah bermain perang-perangan didalam masjid Hadits muttafaq alaih, dari Aisyah. Golongan ini juga membantah pendapat pertama dengan mengatakan bahwa hadits Umm Salamah adalah khusus untuk para istri Nabi. Abu Dawud sendiri – yang ikut meriwayatkan hadits Umm Salamah – juga berpendapat demikian. Golongan ini juga berhujjah dengan sebuah hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah telah memerintahkan Fathimah bint Qais untuk menghabiskan masa iddahnya di rumah Ibn Umm Maktum yang buta sehingga ia bisa berganti pakaian dengan leluasa disana Hadits muttafaq alaih, dari Fathimah bint Qais. Namun, golongan pertama menguatkan pendapatnya dan melemahkan pendapat kedua dengan mengatakan bahwa pada saat melihat orang-orang Habasyah, Aisyah belum baligh. Namun argumentasi ini sepertinya amat spekulatif Apalagi, bukankah lebih mungkin bahwa Nabi berkumpul dengan Aisyah setelah Aisyah baligh. Golongan pertama juga melemahkan argumentasi golongan kedua dengan mengatakan bahwa mungkin Fathimah bint Qais senantiasa menundukkan pandangannya selama berada di rumah Umm Maktum. Aun al-Ma’bud Syarh Sunan Abu Dawud, jilid 11 hal 168 – 171 Sebetulnya, kedua pendapat diatas bisa dikompromikan. Kompromi yang dimaksud adalah kesimpulan bahwa kaum mukminah diperbolehkan secara sengaja memandang pria yang telah menutup aurat, asalkan tidak untuk taladzdzudz. Apabila saat memandang muncul fitnah maka ia harus segera memalingkan menundukkan pandangannya. Barulah apabila wanita tersebut yakin bahwa dengan memandang pria tertentu ia akan dilanda fitnah maka sejak awal ia tidak boleh memandangnya kecuali tidak sengaja atau terpaksa karena hajat syar’iyyah atau dharurat. Ibn Taimiyyah dalam bukunya Majmu’ Fatawa jilid 15, kitab Tafsir, hal 410 – 427 menjelaskan bahwa masalah menundukkan pandangan dibedakan atas dua. Pertama, menundukkan pandangan dari aurat. Dalam hal ini seseorang dilarang memandang aurat orang lain selain istri / suaminya. Aurat juga boleh dibuka apabila ada hajat seperti tatkala berganti pakaian, mandi, dan sebagainya. Kedua, menundukkan pandangan dari syahwat. Setiap pandangan yang disertai dengan syahwat adalah tidak boleh secara pasti, baik itu syahwat karena membayangkan hubungan badan membayangkan seandainya membelai/dibelai, mencium/dicium, memeluk/dipeluk, dan seterusnya. Maaf, agar jelas ataupun sekedar syahwat karena nikmatnya memandang misalnya karena anggun dan semacamnya. Beliau bahkan mengatakan bahwa memandang benda-benda di alam dengan tujuan untuk bersenang-senang saja adalah bathil. Memandang benda-benda di alam haruslah dalam rangka merenungkan kebesaran dan kekuasaan Penciptanya. Beliau juga mengatakan bahwa memandang dengan kagum gaya dan penampilan fisik orang-orang munafik yang memukau adalah tercela, meskipun dalam hal ini tidak ada unsur syahwat QS Al-Munafiqun 4 Beliau kemudian mengemukakan qiyas aula. Kalau sebagian pandangan mata tanpa syahwat saja dilarang maka bagaimana halnya dengan pandangan mata yang disertai syahwat? Dalam ayat ghadh al-bashar terdapat illah “dzalika azka lakum” yang demikian itu lebih suci bagi [hati] kalian. Kesucian hati disini adalah keterbebasan hati dari berbagai keinginan yang hina dan keji. Bagaimanakah cara mencapai kesucian hati? Dalam konteks ini, tidak lain adalah dengan menghindari fitnah karena fitnah akan selalu mengajak kepada perbuatan-perbuatan yang keji, yang mengotori hati manusia. Jadi, sebetulnya illah yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an illah manshushah adalah kesucian hati. Hanya saja karena kesucian hati itu sulit diukur, maka illah kita alihkan kepada yang lebih mudah diukur, yakni keterhindaran dari fitnah. Kiranya perlu ditegaskan lagi bahwasanya esensi dari pandangan yang dilarang adalah timbulnya fitnah. Atas dasar ini, pandangan terhadap anak-anak yang belum baligh atau mahram sekalipun, apabila ternyata menimbulkan fitnah, maka hukumnya adalah tidak boleh. Alasannya, karena disitu telah ada 'illah dalam bahasa Ibn Taimiyyah haqiqah al-hikmah. Jadi, hukum tergantung pada ada tidaknya illah esensi. Menundukkan pandangan memiliki berbagai hikmah yang tak terkira nilainya. Diantara berbagai hikmah tersebut adalah Akan dikaruniai oleh Allah kelezatan iman. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi,”Barangsiapa memandang seorang wanita kemudian menundukkan memalingkan pandangannya karena takut fitnah, pen maka Allah akan mengkaruniakan kepadanya kelezatan iman”. Akan dikaruniai oleh Allah cahaya kalbu dan kekuatan firasat. Karena itulah setelah menerangkan perintah menundukkan pandangan dan berbagai perintah untuk bersikap iffah menjaga kehormatan diri maka Allah menyambungnya dengan ayat Cahaya, yang menerangkan tentang cahaya-Nya yang Agung yang tersulut sendiri tanpa disulut. Akan dikaruniai oleh Allah kekuatan dan ketetapan hati serta keberanian. Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyyah, jilid 15, kitab Tafsir, hal 410 – 427 Kata-kata bijak Islami untuk wanita. Foto Dok. Instagram riomotret. Jakarta - Banyak kata-kata bijak Islami untuk wanita yang perlu diresapi maknanya. Kata-kata bijak Islami untuk wanita juga bisa berperan sebagai pengingat dan dari Bustle, jika kamu seorang wanita Muslim maka perlu bersikap bijak dalam menghadapi kehidupan. Resapi kata-kata bijak Islami untuk wanita yang bisa memberikanmu kekuatan dalam diri sedikit kata-kata bijak Islami untuk wanita yang berasal dari para tokoh Muslim dan memiliki makna mendalam. Beberapa di antaranya menjelaskan tentang kehidupan, cinta, dan kebajikan. Setelah meresapi kata-kata bijak Islami untuk wanita, bagikan pula ke media sosial atau saudara perempuan sesama Muslim yang kamu sayangi. Mungkin tanpa sengaja bisa membantu memotivasi mereka yang sedang berbagi kata-kata bijak Islami untuk wanita lewat media sosial juga bisa membangkitkan semangat orang lain tanpa sadar. Yuk berbagi kata-kata bijak Islami untuk wanita yang bisa digunakan sebagai pengingat dan 30 kata-kata bijak Islami untuk wanita yang dapat kamu resapi maknanyaKata-kata Bijak Islami Tentang Kehidupan untuk Wanita1. Perempuan jahat untuk laki-laki jahat, dan laki-laki jahat untuk perempuan jahat; dan wanita yang baik untuk pria baik, dan pria baik untuk wanita baik. - QS. An Nur262. Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman bahwa mereka harus menundukkan pandangan dan menjaga aurat mereka; bahwa mereka tidak boleh menampilkan keindahan dan perhiasan mereka kecuali apa yang biasanya tampak darinya; bahwa mereka harus menarik kerudung mereka di dada mereka. - QS. An Nisa323. Hak perempuan atas laki-laki sama dengan hak laki-laki atas perempuan. - QS. Al Baqarah2284. Tidak ada wanita di belakang seorang pria hebat. Wanita itu ada di sampingnya. Ia ada bersamanya, bukan di belakangnya. - Tariq Ramadan5. Tahukah apa kesalahan pria? Mereka tidak menyadari bahwa guratan-guratan di perut wanita itu sebenarnya tanda sumbangsih bagi umat Muhammad SAW. Itu tanda jihad, tanda pengorbanan besar. Semoga Allah SWT memberi kita kemampuan untuk memahami bahwa tanda-tanda itu sebenarnya tanda yang bisa membawa wanita ke Surga. Semoga Allah SWT membawa mereka ke Surga. - Mufti Menko6. Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya. - Buya Hamka7. Laki-laki itu memimpikan seorang wanita yang sempurna dan wanita itu memimpikan seorang pria yang sempurna dan mereka tidak tahu bahwa Allah menciptakan mereka untuk menyempurnakan satu sama lain. - Ahmad Al Shugairi8. Sesungguhnya, wanita adalah rekan laki-laki. - Musnad Ahmad9. Bagi laki-laki dan perempuan yang berpuasa, bagi laki-laki dan perempuan yang menjaga kemaluannya, dan bagi laki-laki dan perempuan yang banyak memuji Allah, bagi mereka telah disediakan ampunan dan pahala yang besar bagi mereka. - QS. An Nisa3210. Perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. - QS. An Nisa3411. Jangan mencegah wanita istri, ibu, anak perempuan, saudara perempuan, dll dari salat di masjid. Padahal shalat mereka di rumah lebih baik bagi mereka. - Nabi Muhammad SAW12. Wanita terbuka penyebab kerusakan. Begitu dia keluar, setan memperindahnya di mata pria untuk merayunya dan juga mereka. Di rumahnya, dia adalah yang paling dekat dengan wajah Tuhannya. - Nabi Muhammad SAW13. Setiap wanita yang meminta cerai dari suaminya tanpa alasan, bau surga dilarang baginya. - Nabi Muhammad SAW14. Kesederhanaan adalah permata terbaik bagi seorang wanita. - Fatimah RA15. Jika mata seorang wanita menangisi seorang pria, para malaikat mengutuknya di setiap langkahnya. - Ali bin Abi ThalibKata-kata Bijak Islami untuk Wanita Muslimah16. Wanita yang beruntung adalah yang mempunyai anak pertama perempuan. - Nabi Muhammad SAW17. Wanita harus dimintai izin untuk pernikahan mereka, perawan, atau sebaliknya, dan pernikahan tidak benar tanpa izin wanita Wanita adalah amanah Tuhan kepadamu, jangan sakiti mereka dan jangan menekan mereka. - Ali bin Abi Thalib19. Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. - Imam Shadiq20. Wanita mana saja yang meninggal ketika suaminya ridha kepadanya, dia akan masuk Jannah. - Nabi Muhammad SAW21. Wanita itu sama seperti bunga. Mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik, dan penuh kasih sayang. - Ali bin Abi Thalib22. Kewajiban seorang wanita untuk mengharumkan dirinya dengan wewangian terbaiknya, memakai pakaian terbaiknya, dan menghiasi dirinya dengan perhiasan terbaiknya untuk menampilkan dirinya bagi suaminya apakah itu siang atau malam. - Imam Shadiq23. Satu wanita shaleh lebih baik dari seribu pria durhaka. - Nabi Muhammad SAW24. Tidak ada di dunia ini yang lebih baik daripada wanita yang saleh. - Nabi Muhammad SAW25. Tidak ada yang menghormati wanita kecuali mereka yang bermartabat dan murah hati; tidak ada yang menghina mereka kecuali mereka yang jahat dan hina. - Nabi Muhammad SAW26. Wanita duduk di samping keluarganya lebih dicintai di sisi Allah daripada menghabiskan malamnya dalam ibadah di masjid. - Nabi Muhammad SAW27. Wanita cantik menyenangkan mata tapi wanita berjilbab menyenangkan hati. Jika yang pertama adalah permata, yang kedua adalah Islam telah mengangkat derajat wanita dari bawah bumi menjadi begitu tinggi sehingga surga terletak di Seluruh dunia adalah rezeki, tujuan terbaik dari manfaat dunia adalah wanita yang Wajah cantik seorang wanita menarik seorang penggoda, wanita cantik dari hati menarik seorang kekasih, karakter cantik seorang wanita yang menarik seorang 30 kata-kata bijak Islami untuk wanita. Semoga menginspirasi. Simak Video "Im Siwan Dikabarkan Bakal Bintangi 'Squid Game Season 2'" [GambasVideo 20detik] eny/eny Maksudnya adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Baca dan resapi maknanya dalam dalam ya. Keutamaan Menundukkan Pandangan Kutipan Pelajaran Hidup Kata Kata Indah Kutipan Pengetahuan Meski kegagalan dapat membuatmu jatuh dalam putus asa kamu harus bangkit mutiara menundukkan pandangan. Tidak apa apa untuk berhenti sejenak untuk menenangkan diri tetapi jangan lupa untuk kembali melangkah. Jika seseorang mengumbar pandangan matanya maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Kata kata mutiara indah menyentuh hati keren kata kata mutiara islam. Introspeksi diri dengan kata kata mutiara kehidupan. Kata kata mutiara tentang pasangan dapat memberimu pandangan baru perihal makna pasangan buatmu. Kamu juga bisa lebih memahami pasanganmu dan hubungan yang sedang dijalani. Tapi jangan sekedar dihapalkan saja. Secara bahasa غ ض الب ص ر gadh dhul bashar berarti menahan mengurangi atau menundukkan pandangan. Kata kata tentang zina mata. Oleh karena itu dalam ayat ini allah ta ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan. Berikut 25 kata kata mutiara tentang pasangan seperti dirangkum dari laman jagokata rabu 15 07 2020. Menundukkan pandangan bukan berarti harus menundukkan kepala sehingga berjalan tak fokus arah atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali. Kata mutiara pandangan mata gambar kata kata populer kita wajib menundukkan pandangan kita terhadap hal hal yang diharamkan di seluruh tempat waktu dan kondisi tidak ada alasan bagi kita untuk ikut tergelincir pada kerusakan moral dan membebaskan diri dari kesalahan dengan adanya situasi dan kondisi yang merangsang kita melakukankan fitnah tersebut tema jendela gambar. Kata mutiara motivasi hidup menjadi inspirasi untuk menatap masa depan karena hidup harus terus berjalan. Wanita sholihah itu tidak pacaran karena pacaran adalah maksiat. Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Astagfirullah zina mata dosa paling besar mozaik www inilah com. Itu dia kata kata mutiara kehidupan yang kami kumpulkan dari berbagai tokoh dunia untukmu. Kalau perlu kamu bisa mencetak dan menempelnya di depan cermin sebagai pengingat setiap hari. Pilihan kata kata hikmah untuk mengubah pandangan hidup august 31 2018 september 8 2018 by admin mengutip berbagai kata kata hikmah yang memang mampu menghidupkan semangat serta mencerahkan hati yang suram tentu menarik untuk dilakukan. Penyakit Ain Sekarang Banyak Yang Bangga Memajang Foto Keluarga Di Medsos Berhati Hatilah Kata Kata Indah Kutipan Agama Kata Kata Mutiara Menundukkan Pandangan Bukan Berarti Kata Kata Bijak Muslimah Facebook Tundukkan Pandangan Kata Kata Indah Kutipan Hidup Motivasi Muslic Najib Google Kata Kata Mutiara Kata Kata Motivasi Kutipan Bijak 500 Kata Kata Bijak Lucu Islam Keren Singkat Kumpulan Gambar Kata Mutiara Semangat Belajar 500 Kata Kata Bijak Lucu Islam Keren Singkat Memandang Wanita Ajnabiyyah Pertanda Salafiyyah Seseorang Belum Kokoh Mutiara Kata Menundukkan Dan Terjaga Dari Pandangan Ruang Muslimah Kumpulan Kata Kata Mutiara Pernikahan Islam Kata Kata Mutiara Pernikahan Islam Pin On Instagram 500 Kata Kata Bijak Lucu Islam Keren Singkat Tundukkan Pandangan Kutipan Pengetahuan Iman Motivasi Ukhuwah Jannah Secara Bahasa غض البصر Gadh Dhul Bashar Berarti Menahan Mengurangi Atau Menundukkan Pandangan Maksudnya Adalah Me Pemandangan Motivasi Iman Ghadul Bashar Menundukkan Pandangan Al Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah Berkata Pandangan Pertama Yang Sesaat Adalah Pandangan Pertama Doa Kutipan Orang 500 Kata Kata Bijak Lucu Islam Keren Singkat Kata Mutiara Inspiratif Ada Juga Laki Laki Dan Perempuan Saling Mengagumi Tapi Tidak Saling Mengetahui Facebook Kata Mutiara Islam Tentang Penyakit Hati Islam Mutiara Penyakit pandangan Ciri-ciri khas seorang mukmin adalah mereka mampu menjaga pandangan mereka. Seseorang lelaki tidak sewenang – wenangnya memandang seorang wanita, dan begitu juga sebaliknya. Mereka juga tidak mudah memanjakan mata mereka dengan melihat aurat orang lain yang diharamkan. Pandanglah perkara-perkara di depan kita sekadar yang perlu sahaja. Dalam perjalanan apabila terserempak pemuda tampan tersenyum menawan atau gadis cantik melirik manja, bersegeralah memalingkan pandangan kita. Ingatlah, pandangan pertama adalah dibolehkan untuk kita tetapi pandangan selanjutnya tidak boleh untuk diteruskan. Mungkin perkara ini sangat sukar dilakukan. Menundukkan pandangan ditengah kehidupan masyarakat yang semakin bebas bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Tetapi sebenarnya kita harus ingat, sesuatu kesusahan itu dicipta oleh Allah untuk ditakluk oleh keimanan kita. Apabila berusaha untuk menawannya, ia akan melatih jiwa kita untuk lebih kuat untuk menghadapi segalanya. Malah lebih bersedia dan mampu menahan beratnya ujian pada masa akan datang. Insyaallah, kita semua mampu melakukannya. Daripada mata, jatuh ke hati. Didalam hati, terkumpulnya nafsu. Peliharalah mata, kerana dari matalah bermulanya segala dosa. Bertahanlah disaat godaan itu menarik perhatian mata kita. Kuncilah keinginan itu agar tidak menjadi samakin liar dan sukar dikawal. Menahan pandangan adalah lebih ringan daripada menahan siksaan yang disebabkan olehnya. Andai kita membiarkan mata kita memandang seenak hawa nafsu, pasti kita akan mula berangan – angan dan hati kita tidak akan lepas dari bayang-bayangnya. Senyumannya yang manis, lirik mata yang manja, raut wajah yang jelita, tubuh yang mantap dan sebagainya pasti menghambat perasaan kita disetiap detik kehidupan kita selepas itu. Keinginan untuk memilikinya akan membuatkan jiwa kita tersiksa andai tidak dapat dicapai. Pernah rasa tak? siapa yang pernah merasainya pasti akan mengakuinya. Jangan meremehkan pandangan Janganlah kita kerasakan pandangan mata adalah sesuatu yang remeh. Pandangan pertama boleh membuatkan sukar hati kita untuk menghalang rasa ingin melihatnya sekali lagi. Pandangan yang menawan kita, pasti akan menggoda mata kita untuk berpaling memandang sekali lagi. Dan apabila kita menurutinya, ia akan memujuk hati kita untuk memandang lagi dan lagi. Sehingga kita menjadi tidak berdaya untuk menolaknya. Semuanya bermula daripada satu pandangan, dan berakhir dengan desakan ingin melihatnya lagi dan lagi. Jagalah mata dan pandangan. Kerana mata adalah sesuatu yang suci. Dengan mata juga kita berharap akan nikmat yang paling besar diakhirat kelak, iaitu menatap wajah Allah SWT! Sesiapa yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari menuruti hawa nafsunya. Maka sesungguhnya syurgalah tempatnya.’ – ayat 40 dan 41 surah al-Naa’ziaat

kata mutiara menundukkan pandangan